Rabu, 22 Juli 2009

TERLALU IDEALISKAH SAYA?

Bagi teman-teman yang stay di Jakarta dan pernah ke daerah Kelapa Gading, coba deh perhatikan...ada berapa banyak plang Notaris di sepanjang jalan Boulevard Raya?

Hmm...sudah kayak resto KFC aja. Dimana-mana ada. Enggak heran, kalau Notaris jaman sekarang enggak semakmur Notaris jaman dulu. Secara kompetitornya lebih buanyaaak. Saking buanyaknya - selain banting harga - banyak Notaris yang tidak lagi mengindahkan norma-norma dan UU Jabatan yang berlaku. Termasuk tidak peduli dengan Kode Etik.



Enggak heran pula, kalau kami Notaris muda seringkali dituduh telah menjatuhkan harga/fee akta dan banyak Notaris muda yang kena kasus pelanggaran (ringan maupun berat). Padahal, enggak semua Notaris muda seperti itu. Contohnya, saya ini.

Padahal kalau saya mau melanggar sedikit aja, mungkin saya sudah beli ruko mewah untuk kantor saya.Suatu impian yang entah kapan akan tercapai. Tapi karena saya lebih memilih apa kata hati nurani, maka saya harus bertahan dengan berkantor di atas loteng rumah ortu saya.

Sementara beberapa kawan saya sudah menjadi Notaris muda yang tajir secara mereka berani mengambil order-order nyerempet, dan dengan fee yang murah meriah.

Namun setiap orang punya prinsip berbeda. Bagi saya, lebih baik selamat dunia akhirat ketimbang kaya raya di dunia tetapi meninggalkan banyak dosa ketika sudah almarhumah nanti. Saya juga enggak mau hidup tak tentram, tidur tak nyenyak, makan tak enak gara-gara BERANI MELANGGAR ATURAN dan Kode Etik.

Hmm....jangan-jangan mereka yang BERANI itu memang bisa cuek bebek kwek-kwek meskipun sudah melanggar kiri kanan. Entahlah! Atau...hati nurani saya yang terlalu keras bersuara sehingga saya TAK PERNAH punya nyali untuk menyimpang.

Alhasil, saya sering menolak order dan seorang teman sampai bilang : ELO GAK DOYAN DUIT SIH!

Sabodo teuing akh! Saya lebih memilih hidup sederhana ketimbang kena masalah di kemudian hari. Kan enggak lucu, kalau saya sudah pensiun kelak tiba-tiba ada klien yang menggugat saya. Hiii....masa nenek-nenek digugat?

Well, mungkin saya memang terlalu idealis. Enggak realistis,dll. But, I don't care!
Bagi saya ENOUGH IS ENOUGH. Yang penting, saya masih bisa bayar gaji pegawai dan biaya operasional kantor and....bayar inet buat ngeblog. He he he...


13 komentar:

  1. baca dulu ya tehh... baru (pura-pura) komeng

    BalasHapus
  2. clingak...clinguk...

    aku pertamaxxx???

    buwel mana?

    BalasHapus
  3. idealis bagus teh.. idup emang harus punya prinsip dan prinsip itu nggak instan menghasilkan kesuksesan...

    BalasHapus
  4. tambah satu lagi teh... bisa melancong kemana-mana hohoho....

    BalasHapus
  5. jiahhh... buwel yang bawel ntu mana yah??? sepi ahh nggak ada kompetitor...

    BalasHapus
  6. kasihan deh lu Joe...he he he..akhirnya cape tuh gak ada temennya.

    BalasHapus
  7. Maaf joe baru hadir...hehehehe

    BalasHapus
  8. Maaf juga Ibu, Well baru bisa OL neh...heheheeh

    BalasHapus
  9. Saluttttttttt deh ama Ibu....Nggak salah neh mengidolakan Ibu...hehehhehhe

    BalasHapus
  10. Semoga selalu idealis ya Bu...amiiin

    BalasHapus
  11. Well, mungkin saya memang terlalu idealis. Enggak realistis,dll. But, I don't care!
    Bagi saya ENOUGH IS ENOUGH. Yang penting, saya masih bisa bayar gaji pegawai dan biaya operasional kantor and....bayar inet buat ngeblog. He he he.

    Itu Well nya untuk buwel ya....Kasihan Joe dunk...kekekekekekekek!!!

    BalasHapus
  12. well...makasih sudah kemari dan jadi spammer nomor 1.

    BalasHapus