Jumat, 14 Agustus 2009

KAMU SEPERTI ITU, GAK? (Bagian II)

"Tergantung juga sih. Kadang saya bisa jutek juga kalo klien rewel. Tapi, liat dulu rewelnya kayak apa. Kalo masih dalam batas wajar sih, saya gak ambil pusing. Hanya saja, biasanya saya lebih suka diam kalau klien bawel. Biarkan aja dia ngoceh ngalor ngidul, nanti juga stop sendiri. Selama gak ada pertanyaan, gak usah ngomong apa-apa. Klien bawel biasanya akan makin bawel kalo kita memberi jawaban panjang lebar. Cukup jawaban singkat dan padat." Itu jawaban saya.

"Luckily," lanjut saya. "Saya jarang ketemu klien yang secerewet elo." Kata saya sambil tertawa.

Tapi, pertanyaan teman saya itu membuat saya instropeksi diri. Apakah selama ini saya sudah menjadi NOtaris yang ramah? Atau...sebaliknya, saya cenderung jutek sama klien? Entahlah! Saya toh gak bisa menilai diri sendiri.



Tapi, saya akan berusaha untuk menjadi Notaris yang ramah dan tidak sombong. Sebab, bagaimanapun Klien adalah Raja. Tanpa mereka, siapa yang akan membuat dapur saya ngebul? Ramah dan tetap berpegang pada prinsip serta aturan hukum. Ramah tapi tegas. Semoga saya bisa selalu bersikap seperti itu.


6 komentar:

  1. Good luck to always give your best service to your clients.... :)

    BalasHapus
  2. Aku juga sering dimarahin customer. Yah aku berusaha seramah dan setenang mungkin, meski sebetulnya kheki juga. Tapi biasanya nih, klien yg habis marah2, justru akan lebih dekat hubungannya dgn kita setelah itu. hehehe...gitu ga pengalamanmu?

    BalasHapus
  3. Selamat bekerja dan sukses selalu, berikan yang terbaik untuk client sehingga mereka tidak ragu2 memilih anda kembali. Amin !

    BalasHapus
  4. hehehhe...
    jadi ini jawabannya...

    Aminnn...
    semogalah.. hehehhe

    BalasHapus