Masih ingat dengan postingan saya KLIEN DUDUDZ ? Nah, hari ini tuh Klien telpon saya (lagi-lagi ketika saya sedang lunch). Dia ingin mengalihkan kerjasamanya kepada temannya (sebut saja namanya Bpk. A). Jadi, untuk selanjutnya yang melakukan kerjasama itu adalah Bpk A dengan Bpk C.
Bisa aja dibuat seperti itu. Hanya saja, saya mengusulkan agar Perjanjian Kerjasama awal antara dia dengan Bapak C dibuat pengakhirannya, sehingga jelas urutannya. Setelah diakhiri baru diadakan kerjasama lagi antara Bapak A dengan Bapak C.
Tapi, dia gak mau. Dia bilang, gimana kalo aktanya dirobek aja di depan Notaris? Dia gak mau ada bukti tertulis bahwa antara dia dengan Bapak C pernah membuat suatu perjanjian kerjasama.
Alamak! Saya harus menyabarkan diri untuk menjelaskan.
"Bu, salinan akta yang saya berikan kepada ibu memang bisa dirobek. Tapi, bukti tertulis tetap ada, yaitu minuta akta yang ada tanda tangan ibu dan Bapak C. Dan..bukti berupa minuta akta ini tidak boleh dirobek. Harus disimpan dalam lemari khusus yang ada di kantor saya. Semua akta yang saya buat, minutanya harus disimpan dengan baik dan rapi, bahkan dijahit dan dibundel. Setelah saya pensiun, semua minuta akta ini akan menjadi milik negara. Saya akan memberikannya kepada MPD (Majelis Pengawas Daerah)." Ujar saya.
"Kalau ibu ingin merobek salinan akta yang saya berikan, silakan saja. Itu hak ibu mau diapain tuh salinan, tapi bukti tertulis tetap ada di kantor saya." Lanjut saya.
Klien saya terdiam lalu berkata : "Iya, saya tetap mau robek salinan aktanya."
Yasuds, pikir saya. Duh, memang gak mudah menjelaskan kepada orang yang gak ngerti hukum. Karena itu saya coba menjelaskan di blog ini mengenai SALINAN AKTA DAN MINUTA AKTA.
Minuta/minit akta adalah akta yang ditandatangani oleh para penghadap, Notaris dan saksi-saksi (2 orang pegawai Notaris). Atas dasar minit akta itu maka Notaris akan membuatkan SALINAN AKTA yang merupakan salinan dari minit akta. Jadi, apa yang tertulis di minit akta itu tertuang di salinan. Lalu diberi meterai dan Notaris akan membubuhkan tanda tangannya di atas meterai.
Pada bagian akhir salinan akta biasanya ditulis : DIBERIKAN SEBAGAI SALINAN YANG SAMA BUNYINYA. Maksudnya adalah bunyi/isi salinan akta ini sama dengan bunyi/isi minuta.
Semoga penjelasan ini bisa membuat kalian mengerti apa perbedaan salinan akta dan minuta akta.
aku ngapling duluaaaannn... semeter berapa teh?? mumpung si buwel lom memunculkan batang jempolnya di sini...
BalasHapusehh lupa... MERDEKA!!!
BalasHapushooo... hiii.... aku juga gak bakalan ngerti lo teh, masih untung kalo orang itu hanya merobek, kalo aku mungkin aku kubur dalem dalem hihi...
BalasHapuslumayan hari ini bisa belajar hukum tentang salinan akta sambil nyepam... tingkyu teh...pulang dulu ahh..
BalasHapus*endus endus* baunya buwel lom ada tuh... biasanya kalo jempolnya dateng, baunya kecium banget...
BalasHapusinformasi yang berharga mbak fanny, jaga-jaga kalo ntar aku ngurus surat ke notaris...jadi kudu mikir2 dulu, dari pada ribet minta sobek akta
BalasHapusBanyak orang yang suka ngeyel, tak mau mengerti. Apalagi ibu-ibu, dan terutama saat mereka dalam keadaan emosi yang tinggi. Itulah dukanya kerja di bidang hukum ya? Karena susah utk kita menjadi fleksibel, karena terbentur pada peraturan. Kalo di bisnis kan kita masih bisa kasih dispensasi dikit, jadi lebih fleksibel. Sabar ya Fan...
BalasHapusberati seperti addendum ya?
BalasHapusmakasih embak.....
BalasHapushihihi kasian ya para notaris kalo ngadepin yang model begini terus!! kayaknya nih di masyarakat kita emang belum terlalu banyak deh yang ngerti masalah hukum, setiap ngedengernya aja langsung nyiut nyalinya... termasuk saya....
BalasHapus