Minggu, 16 Agustus 2009

PENAMPILANNYA MESTI SEPERTI IBU ITU

Menyandang profesi Notaris tak hanya dituntut kecakapan, ketelitian dan keramahan dalam bekerja, tetapi juga penampilan yang serba rapi dan formil. Walaupun tak ada kode etik yang mengharuskan seorang Notaris memakai blazer (untuk yang wanita) dan kemeja berdasi yang kadang dilapisi dengan jas (bagi yang pria), tetapi..setiap kali ada signing atau pertemuan antar Notaris, pasti pakaian yang dikenakan oleh (sebagian besar) para Notaris adalah blazer dan kemeja berdasi/jas.

Ada juga sih yang hanya memakai kemeja tanpa dasi dan jas. Dan buat yang wanita, ada pula yang hanya memakai blus dipadu rok/celana panjang. Tetapi 90 persen Notaris wanita yang hadir dalam pertemuan pasti memakai blazer.

Bagi saya, memakai blazer tidak masalah. Selama bawahannya bukan rok karena saya anti pakai rok. Tetapi, saya suka tidak tahan dengan cuaca di Jakarta. Walaupun ruang pertemuan atau kantor klien ber AC tetapi tetap saja rasanya gerah.

Oleh karena itu, akhir-akhir ini saya sering mengenakan kemeja yang berkesan formil untuk dipadu dengan celana panjang.

Tapi soal dandanan, tetap saja saya tampil apa adanya. Saya hanya memakai bedak dan lipstik warna pink atau oranye muda. That's it! Tak pernah sekalipun saya memakai maskara, rouge, eye shadow, eyelashes,dll. Caranya memakai pernak pernik make up itu saja saya tidak tahu. Even, anting dan kalung pun tak saya pakai. Saya memang tidak suka pakai anting (sejak kelas 6 SD sudah tidak pakai anting). Kalau cincin dan gelang saya memang hobi. Tapi itupun cincin jenis white gold yang kecil mungil (sesuai ukuran jari saya, he he he....). Sementara untuk gelang, saya suka yang terbuat dari white gold dan baja. Pokoknya, yang tidak menyolok mata deh.

Alhasil, penampilan saya dibandingkan ibu Notaris lainnya sangatlah sederhana. Malah, beberapa klien sempat mengira saya adalah asisten Notaris. Bukan sang Notaris.

Pernah dalam suatu pertemuan para Notaris, saya disapa oleh seorang Notaris senior. Dia mengira saya adalah seorang karyawati kantor Notaris yang sedang menemani bossnya dalam pertemuan ini. Memang, ada pertemuan tertentu yang mengijinkan Notaris membawa pegawainya. Biasanya, ini terjadi pada Notaris yang menjadi pembicara. Sang pegawai dibawa untuk membantunya menayangkan makalah di OHP.



Nah, penampilan yang sederhana ini seringkali menimbulkan celetukan di kalangan teman-teman baik saya. Seperti ketika saya menemani kawan saya signing di kantor pemasaran Summarecon beberapa waktu lalu. Masih ingat kan postingan saya KAMU SEPERTI ITU GAK? ?

Waktu itu, teman saya bilang begini : "Nah, seharusnya kamu kayak gitu, Fan?"

"Huuh, gak janji deh. Gue disuruh pake cincin segede bagong gitu? Terus, antingnya panjang gitu. Pake eye shadow pula. Bukan gue banget gitu lho." Ujar saya.

Teman saya tertawa geli mendengar jawaban saya. Kami berdua pun ngerumpiin asesoris sang ibu Notaris itu. Well, beberapa teman saya yang lainpun seperti itu penampilannya. Malah, seorang sobat saya yang juga seorang Notaris, selalu menyiapkan asesorisnya dalam sebuah kantong plastik bening. Setiap kali dia pergi signing atau pertemuan Notaris, pasti asesorisnya yang serba lengkap itu dikenakan.

Semua serba senada dan sewarna. Mulai dari cincin, kalung, anting, hingga warna baju dan tas yang ia kenakan. Saya sampai pusing melihatnya. Ini mau signing atau ke pesta sih? Kalau saya sih lebih suka mengecek ulang akte yang akan saya bacakan di depan klien atau materi yang akan disampaikan di acara pertemuan Notaris ketimbang ribet bawa-bawa asesoris lalu mengenakannya di dalam mobil.

Boro-boro deh sempet mikirin mesti pake cincin apa, kalung model apa, sepatu warna apa. Yang ada di kepala saya, adalah pekerjaan beres, pembayaran fee lancar. He he he....

Belum lagi saya memang cenderung maskulin dalam berpenampilan. Gak heran, kalau banyak orang kecele ketika bertemu dengan saya. Soalnya, tidak ada tampang Notaris sih. Hmm....mungkin saya memang lebih cocok jadi Cerpenis ya? Secara saya memang suka berpenampilan sederhana. Kalau boleh nih, mau rasanya pakai jins dan T-shirt. He he he....


13 komentar:

  1. woooowww cool, i like it...hihiihhihi

    BalasHapus
  2. Och ... Notaris toch Mbak.
    Semoga suskes karirnya ya.
    Salam

    BalasHapus
  3. Penampilan itu memang penting, tapi penampilan itu juga kadang bisa menipu ya, yang pasti kembali ke diri masing2 mau bagaimana itu adalah pilihan... ok salam kenal dan sukses selalu.

    BalasHapus
  4. JANGAN KERANA PENAMPILAN BISA MEMBUAT ORANG TERJUN KE NERAKA....

    BalasHapus
  5. dihari kemerdekaan ini ingin berpromo neh dukung yah he3... ada sandal dan tas murah dari yogya mau pesen? disini http://awalsholeh.blogspot.com/2009/08/sandal-dan-tas-yogya-harga-grosir.html

    BalasHapus
  6. saya follow blognya follow balik yah

    BalasHapus
  7. Hm, Mbak Fanny, aku belum pernah berurusan dengan para praktisi hukum, tapi aku selalu ngira bahwa profesi notaris itu adalah profesi yang konservatif. Konservatif artinya juga melingkupi dandanan, it means no smoky eyes, no diamond rings.

    Sekarang gini ajalah, kalo Mbak Fanny misalnya jadi orang awam yang mau bikin akte, dandanan macam apa pada notaris yang Mbak ingin percayai secara profesional? Maka itulah yang jadi referensi Mbak Fanny dalam berpenampilan.

    Oh ya, kuping yang lama nggak dipasangi anting lama-lama ya bumpet, Mbak. Ntie kalo mau dipasangi anting lagi, nyeri kalo ditindik..

    BalasHapus
  8. @Vicky : makasih ya sarannya. smoky eyes sih pasti enggaklah. tapi diamond rings iya. byk yg pake. mungkin yg konservatif itu notaris jaman dulu. sekarang sih byk yg trendy dan fashionable.

    BalasHapus
  9. dan sepertinya fotonya perlu di posting untuk memberikan contoh yang patut di contoh... hahahah

    heheheh

    BalasHapus
  10. Kapan hari aku kaget liat notaris yg nanganin penjualan rumahku. Pake rok & blus yg modis warna pastel, trs gelang+cincin+anting panjang. Kulihat tas+sepatunya barang mahal n modelnya trendi. Lebih mirip artis ketimbang notaris. hehehe...kaget aja, krn aku bayangin notaris lbh konservatif kayak kata Vicky.

    Kayaknya memang mau ga mau kamu hrs pake blazer, Fan, utk menunjang image. Kan itu perlu buat profesimu. Kalo buat personal sih, cukup yg sesuai karakter aja...

    BalasHapus
  11. @fanda : iya..makanya bajuku kebykan blazernya. he he he...

    wah, tuh notaris yg kamu temui ajaib banget ya? pake asesoris segambreng. hi hi hi.....

    BalasHapus