Selain menghadapi karakter klien yang beraneka ragam, menjadi Notaris berarti harus siap pula menghadapi karakter staf yang kadang aneh bin ajaib.
Sebagai Notaris baru, staff saya tidaklah banyak. Tetapi tingkah mereka macam-macam. Salah satunya adalah staf saya yang biasa membantu saya mengetik akta, menulis buku-buku Repertorium, Register,dll.
Anaknya sih baik, jujur dan lumayan rajin. Hanya saja, pelupanya ampuuuuun deh.
Kalau enggak dimarahi, rasanya penyakit pikunnya tuh bercokol terus. Ditegur baik-baik enggak manjur. Pokoknya, untuk membuat dia ingat, suara saya harus disetel sedikit kencang volumenya. Kadang, kalo udah kesel banget, suara saya malah naik beberapa oktaf. Bukan sekedar marah lagi deh.
Seperti yang terjadi minggu lalu, ketika dia menulis Buku Klapper yang merupakan sebuah buku yang berisi nama-nama para penghadap.
Yang namanya penghadap pastilah orang yang datang menghadap saya dan membubuhkan tanda tangannya di akta yang saya buat. Hal ini sudah saya jelaskan sejak pertama kali dia masuk. Tetapi....
lagi-lagi dia membuat kesalahan yang sama. Ada sebuah akta Jaminan Fidusia dimana salah satu penghadapnya adalah Tuan A yang bertindak sebagai kuasa dari seorang Direktur sebuah PT. Jadi kalo diurutin, tuan A bertindak mewakili tuan C (Direktur), sedangkan tuan C bertindak mewakili PT dimana ia menjadi Direkturnya. Karena tuan C gak bisa hadir di kantor saya, maka dia memberikan kuasa kepada managernya si tuan A.
Dalam kasus seperti ini biasanya di kolom penghadap pada buku Klapper ditulis :
1. tuan A qq :
- tuan C qq :
PT. ZZZ.
Staf saya sudah benar menuliskan seperti diatas. Tetapi, dia juga menulis seperti ini di kolom berikutnya :
1. tuan C qq :
PT. ZZZ.
Padahal, sudah jelas tuan C bukan penghadap. Tuan C tidak pernah datang ke kantor saya. Dia hanya memberi kuasa kepada tuan A. Lha, kenapa nama tuan C dimasukkan dalam Buku Klapper? Saya tegur staf saya dan saya test dia dengan menanyakan : Apakah kamu mengerti apa yang dimaksud penghadap?
Staf saya malah bengong. Sambil menahan dongkol, saya pun menjelaskan apa yang dimaksud penghadap. Dia mengangguk mengerti. Tapi saya gak tahu apakah besok-besok bila ada case yang sama, dia masih ingat cara menulisnya. Karena kejadian ini sudah terjadi entah untuk ke berapa kalinya.
Sungguh ajaib staf yang satu ini. Lagu-lagu Peter Pan, Ungu, Nidji dia hafal luar kepala. Bahkan, nama-nama asli seleb dia tahu, tapi kok, sama kerjaannya lupa? Duuuh, inilah kalo orang kerja hanya untuk dapat duit. Jadi, enggak dikerjakan dengan sepenuh hati. Apa yang diajarkan boss gak pernah mau diingat dan diperhatikan.
Capeeee deh....
Yasud mbak, maabkanla dia ya....iiiiiii...
BalasHapusmoga pelupaannya hilang...amiiiin
Mungkin stafnya banyak makan brutu ayam kali, jadi pelupa....^_^
BalasHapusStaffmu itu lulusan apa Fan? Mungkin dia ga enjoy ama kerjaannya?
BalasHapusIya teh, harus sabar! tp kalu lupa trus bkin kesel jg yah?
BalasHapus@fanda : dia lulusan SMEA, fan. Saya juga gak tahu enjoy apa enggak dia sama kerjaannya. yang pasti, dia memang udah ngelamar kemana2, tapi gak diterima. sebenarnya juga sudah mau dipecat tapi saya kasihan sama dia.
BalasHapusnietha juga orangnya pelupa lho mbak, cara mensiasatiny, baisanya nietha bawa agenda kemana2 jadi bisa ingat ma kerjaan.
BalasHapusDikasih SP aja, Fan. Biar jadi cambuk buat dia, siapa tahu kalo dikasih second chance dia akan lbh konsentrasi.
BalasHapus@fanda : udah Fan. tapi kalo kantor kecil mah gak ada sp-sp an. langsung tegur aja. he hehe...
BalasHapus