Dalam postingan KLIEN MALAM HARI , saya pernah menceritakan kalau saya malas terima klien malam hari. Tapi, yang namanya rejeki memang tidak bisa ditentukan oleh waktu. Rejeki bisa datang setiap saat dan bisa pergi setiap detik.
Suatu malam, saya sedang asik membaca koran ketika pintu pagar diketuk. Saya langsung menebak, jangan-jangan klien nih. Kebetulan, papa saya sedang ada di ruang tamu. Papa bangkit dari duduknya dan menghampiri saya.
"Duh, bilang aja udah tutup kantornya, pa. " Ujar saya sebelum papa sempat bertanya.
Papa diam saja. Disibaknya sedikit tirai jendela. Mengintai sosok sang tamu.
"Kayaknya dia punya urusan penting deh, Fan. Udah terima aja deh. Kasihan, malam-malam ke rumah masa gak ketemu kamu." Ujar papa kemudian sambil menutup tirai jendela.
Saya terpaksa mengangguk. Yah, walaupun sedikit sebal tapi saya percaya sama naluri papa yang kadang bisa setajam silet. Apalagi papa saya cukup lihai dalam menilai watak seseorang.
Begitu yakinnya papa akan sang klien, pintu pagar pun dibuka oleh beliau. Dipersilakannya sang klien masuk dan duduk di ruang tamu. Setelah basa-basi sejenak dengan saya, klien itu pun mulai menceritakan maksud kedatangannya.
Ternyata, dia mau buat akte Hibah. Neneknya punya sejumlah uang dan perhiasan yang ingin dihibahkan kepada 2 orang cucunya. Salah satunya adalah dia.
Setelah menanyakan fee dan syarat-syarat yang dibutuhkan, dia pun pulang dengan janji akan membawa semua dokumen yang saya minta untuk keperluan pembuatan akte Hibah.
Begitu dia pulang, saya pun melanjutkan bacaan saya. Sama sekali tak berharap klien itu akan datang lagi untuk membuat akte di kantor saya. Soalnya, sudah terlalu sering kedatangan klien yang cuma TTD = tanya-tanya doang.
Maka, ketika keesokan harinya dia muncul lagi sambil membawa dokumen yang dibutuhkan, saya sempat kaget juga. Saya ceritakan kepada papa saya. Dan, papa hanya tersenyum.
Beberapa hari yang lalu, akte Hibah yang ia minta sudah ditandatangani. Bahkan, bukan hanya 1 akta Hibah, melainkan 2 akte karena adiknya juga diberikan hibah oleh neneknya. Sekali tepuk dua lalat kena.
Well, naluri seorang ayah memang tidak bisa disepelekan. Bisa-bisanya, papa saya yakin kalau klien yang nyaris ditolak itu adalah klien yang serius mau buat akte.
Hehehehehhehe....Ayahnya hebat Ya mbak....
BalasHapusMemang ada orang yg pintar nilai watak, Fan. Naluri itu penting tuk kita asah loh.
BalasHapus2 akta hibah...? wah..ongkosnya tambah dong...Lumayaaaan..!!
BalasHapusmalam
BalasHapushmm.......salamkan salam hangat blue tuk Ayah ya sahabat
salam hangat selalu
@blue : salam balik ya dari papaku.
BalasHapus@noor : he he he...begitulah.
malam
BalasHapuskunjungan selepas berbuka puasa hehehe.....
salam hangat selalu
Aku dah link teman di blogku, link balik yach!
BalasHapus