Kamis, 17 September 2009

NOTARIS BUKAN LUMBUNG DUIT

Saya suka heran dengan persepsi orang pada umumnya tentang seorang Notaris. Banyak yang berpikir, kami ini mudah memperoleh duit, banyak duitnya, kaya raya, dll. Enggak heran, ketika orang tahu pekerjaan saya, timbul komentar-komentar seperti ini :

“Wah, Notaris. Asik dong!”

“Tanda tangannya mahal lho! Yang bisa nyaingin cuma gubernur BI.”

“Banyak duit dong! Kerjanya enteng, tinggal teken, duit datang.”

Yaelah, susah deh kalau ngomong sama manusia yang enggak ngerti resiko dan tanggung jawab sebagai Notaris. Paling kalo sudah begitu, saya hanya bisa mesem-mesem. Kalo lagi rajin ngomong, biasanya saya akan jelaskan bahwa jadi Notaris tuh tanggung jawabnya dibawa mati, bla bla.bla…

Lagipula, enggak semua Notaris tuh koaya roaya. Enggak semua Notaris gampang mendapatkan doku, enggak semua Notaris tanda tangannya mahal. Alih-alih nyaingin tanda tangannya gubernur BI, mau dapat order aja susah. Karena enggak semua Notaris bisa bersikap koboy alias hajar terus yang penting duit masuk.

Masih ada Notaris yang idealis dan menjunjung tinggi jabatannya sehingga TIDAK SUDI melanggar Peraturan Jabatan Notaris dan Kode Etik Notaris. Masih banyak Notaris yang lebih memilih ketenangan dunia dan akhirat ketimbang uang yang sifatnya enggak kekal. Notaris-notaris semacam ini biasanya enggak termasuk kategori RICH. Mungkin masuk dalam golongan ENOUGH alias cukup makan, minum, pakaian dan enggak sampai meminta-minta. He he he….

Nah, karena persepsi tentang HOW RICH nya seorang Notaris, maka banyak orang suka memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Seperti yang dialami oleh rekan saya, seorang Notaris Bogor.

Suatu hari, teman saya ini (sebut saja namanya si Susy) berniat membeli buku Repertorium (salah satu buku yang wajib dimiliki para notaris) sama pak Budi (nama samaran), seorang penjual buku-buku administrasi Notaris. Tapi ketika ditanyakan harganya, ternyata pak Budi meminta harga yang lebih tinggi dari biasanya.
Tentu saja Susy kaget dan bilang begini :



“Lho, pak! Kok, jadi mahal begitu? Baru seminggu yang lalu, teman saya beli tuh buku. Harganya enggak semahal ini.”

“Ya..bu…kan bentar lagi lebaran. Ibu mesti kasih THR dong ke saya.”

Mendengar hal itu, Susy membatalkan niatnya beli buku sama pak Budi. Dia
menceritakan hal ini kepada saya sambil marah-marah.

“Masa sih dia minta THR sama gue? Emang dia pegawai gue? Udah bagus, gue mau beli buku sama dia. Kayak enggak ada penjual buku lainnya aja.”

Susy benar! Peraturan dari mana tuh menaikkan harga buku dengan alasan minta THR. Jangan mentang-mentang berhadapan dengan seorang Notaris, jadi seenaknya mau meminta-minta THR. Lagipula, mana ada kewajiban bayar THR kepada seorang penjual buku? Ada-ada saja tuh pak Budi. Matrenya gak ketulungan deh! Mencoba ambil kesempatan dalam kesempitan, akhirnya gigit jari. Bukunya jadi batal dibeli. Salah sendiri ‘kan?

Kejadian ini masih belum seberapa. Ketika saya masih bekerja sambil magang di sebuah kantor notaris, boss saya sering didatangi bu Santi (nama samaran) mantan seorang pegawai sebuah instansi pemerintah. Apa lagi yang dicari kalau bukan uang?

Bu Santi yang sudah pensiun ini selalu datang membawa anak perempuannya yang cacat mental. Mulanya, boss saya kasihan melihat anaknya. Beliau selalu memberikan sejumlah uang karena rasa kemanusiaan. Tapi, bu Santi jadi ketagihan. Setiap kali dia butuh uang, dia pasti ke kantor boss saya.

Lambat-laun boss saya jadi kesal sama bu Santi dan sering menolak bertemu dengannya. Bahkan, boss saya juga gak mau lagi memberinya uang. Ya iyalah, masa minta-minta terus? Emang boss saya gudang duit.

Lucunya, bu Santi ini seperti gak punya rasa malu. Kalau boss saya enggak ada, dia ngotot menunggu. Terpaksa deh, kami para karyawannya menelpon boss agar jangan kembali ke kantor buru-buru. Soalnya, kami juga sudah kesal sama kelakuan bu Santi. Minta kok maksa sih? Kadang, sudah diberikan sejumlah uang masih saja merasa kurang. Alasannya, anaknya butuh obat ini itu.

Duh, susahnya jadi Notaris. Selalu dianggap lumbung duit. Cape deeeh!


9 komentar:

  1. kalo ella......sebagai seorang PNS...pasti deh dicap yg ga enak...

    kalo tau ella seorang PNs..pasti umumnya org2 pada bilang..enak donk...kerjanya santai tp gajinya dijamin......trus pas ella dulu baru keterima jadi PNS ..pasti pada nanya..nyogok berapa???

    YA Allah...sumpah itu bikin BT dan kesel....

    semua org sepertinya seenaknya aja melabelkan PNS itu nyantai dan sogok menyogok.....capek hati kadang2...

    tp sudahlah..biarlah mereka dgn pikiran kotor dan sempitnya.....ella yg penting ga seperti yg mereka kira..... ^_^

    ayo mbak...semangaat......moga dgn anggapan mereka yg bilang kalo notaris banyak duit...anggap aja itu doa...hehhehheh....

    BalasHapus
  2. wah, pandangan orang ke NOTARIS gitu ya.....maab BUWEL baru tahu.....:)))

    BalasHapus
  3. Wah, parah. Lha kok ada ya, minta THR ke pembeli.....Biasanya mah yang minta THR ntu pembeli ke penjual mbak.....:(((

    BalasHapus
  4. @susy : iya betul. semoga beneran byk duitnya. he hehe....

    Btw,gak semua PNS suka sogok lho. ada yg jujur juga kok. tapi itulah stigma masyarakat terhadap PNS.

    @achen : iya tuh,dimana2 pembeli yg minta Thr ya.

    BalasHapus
  5. Kayaknya banyak profesi yg punya stigma di masyarakat ya? Org cenderung menyamaratakan. Dulu waktu aku masuk jurusan Sekretaris, banyak tetangga yg ngomelin mamaku kok anaknya kerja jadi sekretaris. Soalnya waktu itu menurut bayangan mereka sekretaris itu cewek genit yg bisa dibawa ama bosnya. Pdhal yg begitu mungkin 1 diantara 1000! Mungkin nasib para caddy setelah kasusnya Antasari sama juga ya...

    BalasHapus
  6. How are you today? How is your feeling to post the news?
    I also love to read and catch the Khmer news from your site
    Now I have decided to buy one website, but I dont know how to do much as possible I am not good at that.
    I post nothing, but some news I select which I love as my favorite after I relax as extra work.
    Could you share to allow me to put your blong i happy put your blog in my Web list ?
    Here is my Web.com http://darakhmernews.com/>
    and you please put my web to your blog list if you dont mind me , I do hope you will be kind to
    do what i reguest
    Thanks you so much for your sharing to me

    Regards,

    http://darakhmernews.com/

    BalasHapus
  7. fuuuhhh...jadi inget diri sendiri, setiap saya bilang kerja di konsultan, pasti pada bilang...wah duitnya banyak tuh

    langsung aja saya jawab, yang duitnya banyak ya bosnya, klo saya mah sama aja kayak yang laen

    BalasHapus
  8. itulah kali godaan profesi notaris yang terlanjur dipersepsikan "profesi basah".

    Semoga tetep idealis bu.
    salam kenal

    BalasHapus